Beberapa tahun sebelumnya Altar melihat seorang dokter yang memeriksanya, semua tubuh Altar terasa sangat tidak berdaya bahkan ia tidak bisa mendengar apa yang orang lain katakan, jangankan tidak bisa mendengar tapi Altar juga tidak bisa berbicara. Ini adalah penderitaan untuk Altar, selama belasan tahun ia hidup semuanya ia lakukan dengan perasaan hambar sebelum karin datang mengubah hari-hari Altar lebih bermakna dari sebelumnya. Memori ingatan yang di tinggalkan Karin di pikiran Altar jauh lebih bermakna dari apa yang Altar lakukan sbeleumnya tapi mengingat kondisinya yang seperti ini membuat Alar tak tega tetap membiarkan Karin berharap atas dirinya yang hidup dan mati saja tidak Altar ketahui. Air mata menetes di pelupuk mata Altar ia sedih sangat sedih sampai suara tangisan pun t

