Beberapa menit berlalu namun hanya ada keheningan diantara mereka berdua, Karrin menyeruput minumannya sedangkan Altar memalingkan wajah kearah lain. Apa sebegitu bencinya Altar samapi tingin ingin menatap Karin?. “Kamu mau bilang apa?” ucap Karin membuka obrrolan karena dari tadi Altar tak kunjung bersuara, “kalau kamu mau bahas mengenai kemarin aku gak papa kok kalau kamu gak mau tanggung jawab aku juga gak bakalan hamil hanya dengan satu kali proses” katanya lagi. Altar menoleh menatap lurus ke wajah karin, tenggorokannya terasa kering sehingga Altar meneguk minumannya. “Tapi bagaimana jika proses satu kali itu ternyata membuahkan hasil?” tanya Altar kemudian. Karin terdiam setelah beberapa saat ia menghela nafas dan di hela perlahan sebelum tersenyum, “Bukannya itu artinya kamu aka

