Waktu sudah menunjukkan pukul delapan pagi, karin bersiap dengan untuk kembali menemui Altar dan mengajak pria itu menikmati masa muda yang terlewat sepertinya hari ini akan berakhir menyenangkan. Lipstik di poleskan di permukaan bibir, rapih dan sangat tepat warnanya dengan warna kulit Karin sehingga tidak mencolok ataupun berlebihan. Hari ini Kevin dan ibunya tidak di rumah jadi rumah terasa sangat sepi belum lagi rumah Karin begitu besar jika hanya di tinggali oleh satu orang dan beberapa asisten rumah tagga. Kunci mobil di raih oleh Karin kemudian bergegas keluar tapi langkahnya di hentikan saat melihat di kursi ruang tamu. “Sejak kapan sudah sampai kesini?” tanya Karin. Altar tersenyum ia berdiri menghampiri Karin dan mengulurkan tangan, “Apa perlu aku mengatakan sejak kapan aku

