Bab 18: Pelarian di Bawah Langit Kelabu Udara di dalam apartemen loteng itu mendadak terasa lebih tipis, seolah-olah oksigen dihisap keluar oleh kehadiran Andre di balik pintu kayu ek tersebut. Aurora masih terduduk di lantai, telapak tangannya menempel pada permukaan kayu yang dingin, merasakan getaran halus dari dunia luar yang kini kembali mengancam untuk meruntuhkan kedamaiannya. Di lantai atas, ia bisa mendengar derit ranjang saat Julian berbalik dalam tidurnya—suara yang biasanya menenangkan, namun kini terdengar seperti lonceng peringatan akan bahaya yang sedang mengintai pria yang paling ia cintai. "Mbak Aurora," suara Andre kembali terdengar, kali ini lebih rendah, hampir seperti bisikan seorang kawan lama yang penuh pengertian. "Saya tahu Anda takut. Saya tahu Anda sudah memban

