Sore menjelang malam. Rumah sakit menjadi sepi, hanya beberapa petugas medis yang berjaga-jaga begitu pun Saga. Pria itu terbangun sebab perutnya tak nyaman. Perut Saga mendadak mengeluarkan bunyi yang aneh. Cepat-cepat ia menoleh ke arah Lizzy. Sang istri tampak pulas dalam tidur membuat Saga lega. Jika wanita itu mendengar maka mau taruh di mana muka Saga. Ngomong-ngomong, suara perutnya makin besar. Tidak ada pilihan selain melakukan segala hal sendiri. Saga masih sakit hati dan gengsi kepada Lizzy. Ia mau menghukum istrinya lebih lama. Menggunakan satu tangan, Saga mengangkat meja kecil untuk ditaruh ke atas ranjang. Tak lupa dia menyalakan lampu agar penglihatan jelas. Kesusahan sudah pasti, apa lagi saat membuka tupperware. Terpaksa Saga menggunakan tangannya yang berbalut gips u