"Maafkan aku," lirih Jasmine. "Sudah seharusnya," balas Lizzy. "Aku mau pulang dulu nanti akan kuhubungi lagi begitu sampai." Dia lalu bergerak pergi meninggalkan Jasmine yang menatapnya cemas hingga Lizzy tak kelihatan lagi barulah wanita berprofesi sebagai psikiater tersebut bernapas lega. Setibanya di parkiran mobil ia menemukan Saga tengah berdiri seraya termenung. Entah apa pikiran pria itu sampai-sampai tak menyadari kehadiran Lizzy. "Saga," panggilnya. Tapi Saga hanya diam dan karena kehilangan kesabaran, Lizzy mendekat. Sekali lagi dia memanggil pria itu namun tidak ada jawaban yang membuatnya cukup kesal. "Saga!" seruan dari wanita itu akhirnya terdengar juga. Saga otomatis mundur beberapa langkah sambil memperlihatkan tampang cengo yang bodoh. "Kenapa dari tadi kau diam saja