“Mas Gentala, Denallie?” Kania nampak terkejut akan kedatangan pasangan suami istri tanpa pemberitahuan. “Kalian ke sini nggak bilang, untuk saya di rumah,” sambungnya. Gentala dengan wajah tegangnya, berdiri di depan pintu pagar rumah Kania yang terlihat sepi tanpa keberadaan Ethan. Bersama Denallie, pria itu ingin mencari kebenaran dari informasi yang ia dapatkan. Membersihkan nama baiknya di hadapan sang istri, yang salah paham atas kekacauan yang tidak Gentala perbuat. “Denallie, kamu sudah sembuh?” tanya Kania khawatir. Wanita itu mengangguk pelan. “Sudah Mbak.” “Kami mau ngomong sama kamu, Kania. Boleh kami masuk?” tanya Gentala dengan suara dingin. Kania pun mengangguk dengan raut wajah ragu. “Boleh, Mas. Mari masuk, kita ngomong di dalam.” Suasana benar-benar hening. Gelagat