Indonesia. “Butuh berapa lama aku menyelesaikan urusan di sana?” tanya Gantan, menatap serius pada pak Haris yang duduk tak jauh darinya. “Tang’er, kau tau,” pak Haris sedikit menegakkan tubuhnya yang sebenarnya sudah membungkuk karna tulang belakangnya yang bengkok. “Dunia yang kau masuki itu, bukan dunia yang setiap manusia bisa singgahi. Dunia itu, sangat berbeda jauh dari apa dunia di sini.” Jeda untuk beberapa detik, pak Haris terlihat menarik nafas dalam, lalu menggelengkan kepala dengan sentaan yang cukup kasar. “ini adalah dimensi yang lain,” lanjutnya berucap. Gantan menunduk dengan kening yang berlipat, sungguh dia tak paham. Menoleh, melirik Geri yang diam dengan wajah tegasnya, sama seperti Yang Jin yang dahulu ia kenal. “Aku tidak bisa menjanjikan apa-apa, karena aku buk