Memang bukan hotel yang berbintang lima atau hotel mewah yang sudah biasa Erka tinggali jika dia sedang berada di luar kota untuk urusan pekerjaan. Hotel biasa, tetapi fasilitasnya sudah cukup baik dan nyaman untuk istirahat. Wanita itu mengulurkan tangan sembari menengadah. “Vella,” ucapnya memperkenalkan diri. Erka menatap tangan itu sebentar, lalu menjabatnya. Telapak tangan yang kasar dan begitu dingin karna tadi kehujanan. “Erka.” Vella menoleh, menatap bayinya yang ditidurkan di atas ranjang king size berseprai putih bersih itu. “Terima kasih sudah membantu.” Erka menunduk, menatap kedua kaki. “Semua masalah pasti akan ada jalan keluar, jangan sampai melakukan hal seperti tadi lagi. Seharusnya ketika pikiranmu kacau, kamu lihat Kaela. Dia belum tau apa-apa, dia masih sangat membu

