“Yang!” Rindu segera menutup pintu dan menguncinya. Menghampiri Dewa yang baru pulang kerja dan tengah terkapar di tempat tidur. Suaminya itu pasti sangat lelah, karena baru sampai di rumah sekitar pukul delapan malam. “Tante Fathiya tidur di sini lagi.” “Biarlah.” Dewa menjawab tanpa membuka mata. Tubuhnya sangat terasa lengket, tetapi rasanya malas sekali beranjak pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. “Untungnya bentar lagi kita pindah ke rumah yang lebih besar, jad—" “Aku juga nggak masalah tante Fathiya tidur di sini, tapi mama itu yang kenapa-napa.” “Mama?” Mata sipit Dewa itu akhirnya terbuka. Menatap Rindu yang sudah duduk bersila di sampingnya. Wajah cantik dan imut itu masih terlihat segar tanpa guratan lelah sama sekali. Dewa menebak, putrinya pasti seharian ada bersam

