19~Bukan Cinderella

1524 Kata

“Duduk di depan,” titah Reno ketika melihat Lita baru akan duduk di kursi belakang. “Aku bukan sopirmu.” Lita menarik napas. Daripada ribut, lebih baik ia menuruti perintah Reno. Menutup pintu penumpang bagian belakang, lalu beralih ke depan dan duduk di samping pria itu. Lita memasang sabuk pengaman dan tidak berminat bicara sama sekali untuk membuka obrolan. Bukankah lebih baik seperti itu? “Sekarang, cuma ada kita berdua di sini.” Meskipun kesal, tetapi Reno harus tetap berhati-hati ketika mengemudikan mobilnya. Sekali lagi, ia berada dalam keadaan yang tidak tepat, sehingga tidak bisa menolak perintah Fathiya. “Jadi biasa aja. Nggak usah akting.” “Kalau gitu, nggak usah ngomong bisa nggak?” ujar Lita tanpa menoleh. Ia mengeluarkan ponsel dan lebih memilih menunduk untuk melihat isi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN