“Mama sama Papa juga di sini?” Alin terpaku setelah membuka pintu ruang VIP di sebuah restoran. Tempat di mana Zaldy memintanya datang, untuk makan siang. Namun, Zaldy tidak mengatakan mertuanya juga ikut dalam pertemuan kali ini. Zaldy menghela besar. Andai tidak terpaksa, maka dirinya tidak akan pernah mau melakukan hal seperti ini. Daripada berakhir babak belur lagi karena ancaman seseorang, maka mau tidak mau ia meminta orang tuanya dan Alin untuk bertemu siang ini. “Duduk dulu,” pinta Zaldy menarik meja kosong di sebelahnya. “Sebentar la—” “Sudah lengkap semua.” Reno tersenyum. Berdiri di belakang Alin yang masih terpaku di tempat. Karena wanita itu belum juga bergeser, maka Reno pun menepuk pelan sisi lengan Alin. “Minggir, aku mau lewat.” Alin menoleh bingung. Mengapa pria yang

