49~Bukan Cinderella

1750 Kata

“Ta ...” Lita menoleh setelah selesai menitipkan pudingnya di tempat biasa. Agak terkejut, karena melihat Zaldy ada sepagi ini di tempat tersebut. Tidak mungkin pertemuan tersebut adalah sebuah kebetulan, karena pria itu tidak tinggal di sekitar sini. Merasa khawatir, Lita akhirnya mendekat pada Fandy yang menunggunya di pinggir jalan. Pria itu pasti sudah hafal dengan kegiatan Lita sehari-hari dari orang suruhannya. Lantas, apa sampai sekarang orang suruhan Zaldy masih mengawasi Lita? “Bisa bicara sebentar?” Zaldy mendekat, menghampiri Lita tanpa ragu. “Bicara di sini.” Lita mengalungkan tangannya pada lengan Fandy yang kebingungan. “Aku nggak mau bu Alin mendadak muncul, terus jadi gila kayak kemarin.” Untuk satu hal itu, Zaldy bisa memahami sikap Lita. Namun, Alin saat ini sedang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN