Bagaimana? Kepalaku pusing mendengar pertanyaannya itu. Aku menatap binatang besar yang ada di bawah pohon dengan tatapan tak berdaya. Apa yang bisa kulakukan? "Kenapa kamu pergi sembarangan?" Aku memandang Fang Ying dan mengeluh tanpa daya. Jika bukan karena Fang Ying pergi sembarangan, mungkin kami tidak akan bertemu dengan biawak itu. "Aku kemari karena ada urusan. Untuk apa kamu mengikutiku?" Fang Ying tiba-tiba tersadar dan menatapku dengan waspada. "Aku mengikutimu? Aku hanya tidak sengaja bertemu denganmu." kataku acuh tak acuh. "Kalau bukan karena aku, kamu sekarang sudah menjadi makanannya." Fang Ying terdiam beberapa saat setelah mendengar ucapanku. Kalau bukan karena Fang Wen, aku juga malas memedulikan Fang Ying. Meskipun aku sudah pernah bercinta dengan Fang Ying, tetapi m