11

2505 Kata

Amira menghidu wangi pria yang sedang memeluknya itu dengan sangat rakus. Amira ingin meyakinkan dirinya sendiri bahwa ia tidak kehilangan Danis Ammar Hardian, tidak akan pernah. Perasaannya semakin membaik saat merasakan Ammar mencium puncak kepalanya. Namun hanya sampai beberapa saat saja karena selanjutnya ia merasakan seluruh bobot Ammar pada tubuhnya. “Ammar,” panggil Amira takut-takut. Ia kesulitan mengeluarkan suaranya untuk memanggil Ammar lagi karena dirinya merasakan pelukan Ammar mengendur bahkan terlepas. Tubuh Amira sendiri masih lemah dan bergetar, ditambah Ammar yang menumpukan seluruh berat barannya tentu ia tidak akan sanggup berdiri lama, makanya Amira mundur sampai ia bisa bersandar pada badan mobil yang ia tau pasti sudah tidak semulus di awal. Tidak ingin berlama-lam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN