“Dia siapa?” tanya Amira sambil membersihkan sudut matanya dari air mata. Ammar membawa orang asing bersamanya dan orang itu memegang kamera. Jangan bilang… “Ayo, kamu kesana lagi,” ajak Ammar pada istrinya. Ya ampun, jadi benar apa yang barusan Amira pikirkan? Ammar membawa fotografer begitu? Untuk feed i********: saja butuh fotografer? Fix, ada yang salah sama pria ini. Amira memejamkan kedua matanya kemudian menghirup napas dalam-dalam. Hembuskan kemudian hirup lagi. ‘Oke, Amira.. jelas sekali kalau pernikahan kamu tidak seindah pernikahan Egin,’ ucap Amira membatin. Tiba-tiba dirinya malah iri pada Egin yang meskipun suaminya itu tipikal manusia biasa tapi selalu berusaha sendiri untuk menyenangkan istrinya. “Kamu tau kalau Rehan pernah tergila-gila sama aku, Mar?” tanya Amira pa

