Amira ingat kalau dirinya tidak mengkonsumsi kafein, tapi sejak pagi tadi jantungnya berdebar keras. Saking kerasnya ia takut jika terjadi apa-apa pada tubuhnya. Amira memang sudah mengetahui kalau jantungnya bereaksi berlebihan terhadap kopi dan teh makanya ia selalu menghindari dua minuman tersebut. Satu-satunya hal yang mungkin menyebabkan hal ini adalah Danis Ammar Hardian. Amira akan menjemput pria itu, ingat? Tapi.. bagaimana mungkin pria itu bisa memberi efek yang sama dengan kafein padahal dia tidak masuk ke tubuh Amira sama sekali? Pria itu bahkan masih berada di Manila sekarang. Amira menggerutu sambil mengusap dadanya. “Belum saatnya kamu deg-deg an Amira.. jangan murahan gitu ah.” Tidak ingin menderita karena harus menahan debaran jantungnya sendiri, Amira memutuskan untuk se

