Umar sampai di depan pintu rumahnya saat sang Mama sibuk menyiapkan sarapan. Akhir pekan bukan berarti Papa dan Adiknya berhenti mengunyah bukan? Umar mengetuk pintu rumahnya sambil memanggil Mama. Umar melirik ponselnya dan mengetahui bahwa jam baru saja menunjukkan pukul setengah enam. Papa dan Dita pasti masih bergelung dalam selimut mereka. Beberapa saat kemudian pintu terbuka dan Aldi langsung berhadapan dengan Mamanya. Pria yang baru saja menikah beberapa minggu lalu itu merentangkan kedua tangannya setelah terlebih dahulu melebarkan kedua kakinya kemudian kepala dibuat menengadah dengan kedua mata terpejam. “Kamu kenapa?” “Mama mau hukum Aldi, ‘kan? Asal jangan disuntik mati aja.” Mendengar ucapan putranya itu Mayang langsung mencibir kemudian memerintahkannya untuk masuk atau Ma

