Beberapa jam yang lalu di kamar hotel. Amira dan Ammar mengambur begitu saja ke ranjang lalu keduanya mengerang. Lega luar biasa saat punggung mereka bertemu Ranjang. Ammar yang awalnya tidur telentang kemudian membaringkan tubuhnya menghadap pada Amira. Pada dia yang tadi Ammar cium di depan ratusan atau bahkan ribuan orang. “Ra..” panggil Ammar pada Amira yang sibuk dengan ponselnya. Baru beberapa menit ketika Amira dan Ammar berada di kamar hotel ini, ponselnya bergetar dengan cara yang sangat berlebihan ternyata Afika lah yang berulah. Anaknya Om Rian itu mengirimkan pesan singkat bertubi-tubi. Afika: Oi! Afika: Jangan Afika: Bilang Afika: Lo sama laki lo Afika: Udah mulai. Amira ragu harus membalas atau tidak. Sepertinya Afika hanya ingin mencibirnya

