Pagi itu, Luna segera mandi dan bersiap. Ia harus bertemu Axel sebelum mereka benar-benar berpisah selama dua minggu kedepan, sebuah perpisahan selama dua minggu yang sebenarnya adalah alibi untuk ketaatan rahasia pada Hayes. Ia mengenakan pakaian normalnya, memastikan tidak ada sisa aroma suite hotel yang melekat. Luna menarik napas dalam-dalam. Saat Luna membuka pintu apartemennya untuk keluar, ia langsung terkejut. Axel Ludwig sudah berdiri di ambang pintu. "Axel!" Luna mencoba menyembunyikan keterkejutannya dengan senyum kaku. Jantungnya berdebar kencang. Hayes telah memintanya untuk menjaga jarak, dan kini Axel muncul tanpa pemberitahuan. Axel tersenyum tulus, membawa kantong kertas berisi sarapan. "Aku udah duga kamu bakal buru-buru. Sarapan buat kamu." "Oh," Luna tertawa c

