“Oh, Luna ikut? Party di mana?” tanya Hayes, berusaha terdengar santai, seolah-olah ia hanya Papa yang ingin tahu tentang kegiatan sosial anaknya dan teman-temannya. “Di sebuah club malam, Pa. Namanya Vortex. Mereka bilang vibe-nya asyik untuk melepas penat setelah penelitian,” jawab Axel, sambil memegang perutnya. “Papa tidak usah khawatir. Ada banyak teman kami di sana. Lagian Luna sangat pintar menjaga diri.” “Tentu. Papa hanya ingin tahu,” Hayes mengangguk, menyembunyikan pikiran yang berputar kencang di kepalanya. “Ya sudah, aku ke kamar dulu, Pa. Mau istirahat,” pamit Axel. Begitu Axel pergi, Hayes segera menuju kamarnya. Ia tidak lagi memikirkan lelahnya perjalanan antarbenua. Ia hanya memikirkan satu hal, Luna. "Dia pikir dia bisa berpesta dan mengabaikan ku setelah men

