“Aku tidak bisa menahan mu lebih lama di sini, Sayang,” Hayes mengakui. “Meskipun aku ingin sekali mengurung mu di suite ini selama seminggu penuh, aku tahu tanggung jawabmu pada kelulusanmu jauh lebih penting.” “Aku mengerti, Hayes. Aku tidak mau kamu dalam masalah besar dengan dewan direksi hanya karena aku. Dan aku tahu kamu juga tidak ingin aku berurusan dengan urusan keluarga dan pekerjaanmu,” balas Luna. Percakapan ini adalah pengakuan akan pengorbanan. Mereka harus mengorbankan waktu bersama demi tujuan jangka panjang mereka: stabilitas karier Hayes, dan masa depan Luna. “Aku akan sangat merindukanmu,” bisik Luna, memeluk Hayes erat-erat. “Aku jauh lebih merindukanmu. Tapi kamu tahu, jarak itu hanya fisik. Secara mental dan emosional, kamu selalu ada bersamaku,” janji Hayes

