Luna memegang folder itu, matanya menelusuri setiap baris teks. Logika Luna mengakui bahwa bukti itu kuat, tetapi hatinya yang terluka menolak untuk menerima kebenaran yang begitu mudah. Ia kembali menutup folder tersebut dengan keras, mengembalikannya pada Daniel. “Saya tidak terima,” ujar Luna, suaranya kembali dingin. Daniel terlihat sedikit terkejut, namun tetap tenang. “Maaf, Nona. Bukti ini sangat jelas. Wanita itu tidak memiliki hubungan pribadi dengan Tuan Hayes.” “Jelas?” Luna tertawa sinis. “Jelas bagi Anda, yang bekerja untuknya. Saya tahu Hayes Ludwig mampu merekayasa laporan seperti ini dalam waktu kurang dari satu jam. Semua ini bisa saja hanya pembersihan jejak. Lagian, kenapa Anda yang datang, bukan dia sendiri?” Kemarahan Luna kini beralih dari Siska ke Hayes.

