Luna tiba di Medan, melarikan diri dari Jakarta dan, yang lebih penting, dari Axel. Perjalanannya terasa seperti transisi ke dimensi lain. Begitu mendarat, ia tidak perlu memikirkan taksi atau logistik. Hayes sudah mengurus semuanya. Sebuah mobil mewah dengan sopir pribadi menjemputnya, membawanya langsung ke akomodasi yang disiapkan. Itu bukan hotel yang digunakan rombongan mahasiswa lainnya. Hayes telah memesankan Luna di Presidential Suite sebuah hotel bintang lima yang tampak dingin dan modern. Suite itu terletak di lantai tertinggi, dengan keamanan mutlak dan lift pribadi. Interiornya didominasi kayu gelap, marmer, dan kaca, tampak lebih seperti penthouse pribadi daripada kamar hotel. Begitu masuk, Luna segera menyadari mengapa Hayes memilih tempat ini. Itu adalah suaka yang

