72 - Luka Lama

1880 Kata

Agenda melepas rindu bersama keluarga telah usai. Mau tak mau Anjani harus kembali dengan rutinitasnya, yaitu bekerja di restoran pacarnya. Matanya masih basah, efek menangis sepanjang perjalanan menuju kota. Bahkan, sehari sebelum Anjani kembali, wanita itu sudah menangis duluan. Hal ini membuat keluarganya pun sedikit enggan untuk melepaskan Anjani. "Lha, kamu kok nangis terus, sih?" tanya Yuni karena anak perempuannya terus menerus menangis sejak tadi pagi. "B - besok Ja - Jani kan harus balik lagi ke kota, Bu. Jani nggak mau pisah sama ibu, bapak, Budi dan juga Fikri," jelas wanita itu sambil sesenggukan. "Ya udah, jangan kembali ke kota," saran Yuni karena tak tega melihat anak perempuannya terus menangis. "N - nggak mau, nanti aku nggak bisa b - bantuin bapak cari uang lagi,"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN