Sejak Leora memiliki pasangan, Ara tak mau ikut campur dengan kisah asmara anak sulungnya itu. Sekarang, Ara menarik kembali ucapannya, dia harus turun tangan. Sejak dirinya tak sengaja menguping pembicaraan Amar di telepon waktu itu, rasa yang mengganjal dalam dirinya bertambah. Ara tidak bisa diam saja. Dia bergerak perlahan di belakang Leora untuk memastikan dugaannya. Pintu ruangannya terbuka setelah sebelumnya seseorang di luar sana mengetuk terlebih dahulu. Salah satu karyawan Ara muncul di depan pintu. ”Bu, ada yang mau ketemu Ibu. Laki-laki, namanya Arif.” ”Oke. Langsung suruh masuk aja.” “Baik, Bu.” Lelaki bernama Arif itu pun muncul dan masuk ke dalam ruangan Ara. "Ada info apa?" Seseorang yang ditugaskan Leora untuk mengikuti Amar, dia lah yang datang ke butik Ara hari i