"Ya," desis Hanzel. "Sugara adalah orang yang sama yang merencanakan penculikanku dua puluh lima tahun yang lalu. Dia ingin melenyapkan ayahku untuk mengambil alih bisnisnya. Kakekmu menggagalkan rencananya saat itu. Dan lima tahun lalu, Sugara mencoba membunuhku lagi melalui kecelakaan itu, tapi justru istri dan calon anakku yang menjadi korban." Zee merasa dunianya berputar. Jadi, permusuhan ini jauh lebih dalam dari sekadar pengkhianatan Ridwan padanya. Ini adalah perang antar generasi. "Dan Kakek..." Zee teringat sesuatu. "Kakek meninggal karena serangan jantung mendadak. Tapi di pesta itu, kau bilang..." "Kakekmu tidak meninggal karena serangan jantung biasa, Zee," potong Hanzel tajam. "Sugara tahu bahwa kakekmu adalah satu-satunya orang yang memegang bukti kejahatan masa lalunya.

