Hanzel tersenyum miring, "Tergantung pada keputusanmu, Zee. Apakah kau akan tetap menjadi gadis kecil yang mudah dipengaruhi oleh kata-kata manisnya, atau kau akan menjadi wanita yang aku ciptakan? Wanita yang tahu di mana tempatnya. Wanita yang tahu siapa yang melindunginya." Hanzel melepaskan tangannya dari wajah Zee, lalu menarik tubuh wanita itu lebih dekat lagi. Bibirnya mendekat ke telinga Zee. "Kau tahu, Zee... aku bisa memberimu hukuman yang sangat manis malam ini. Hukuman yang akan membuatmu tidak akan pernah memikirkan pria lain lagi selain aku." Zee terkesiap saat Hanzel mulai mengecup lembut lehernya, sentuhan bibirnya terasa seperti api yang membakar. Tangannya yang besar melingkar di pinggang Zee, menariknya lebih erat hingga tidak ada celah di antara tubuh mereka. Zee bi

