Bab 14. Uang Muka Sang Kapten

1691 Kata

Sinar matahari Shanghai yang tipis menembus celah gorden, jatuh tepat di kelopak mata Milea. Ia melenguh, merasakan seluruh tubuhnya pegal luar biasa, namun ada kehangatan yang tidak biasa di pinggangnya. Milea membuka mata dan menemukan Julian masih di sana. Pria itu tidak langsung bangun untuk lari pagi seperti biasanya. Julian berbaring miring, menyangga kepalanya dengan satu tangan, sementara tangan lainnya mengelus perlahan bekas gigitan kemerahan di dagu Milea yang ia buat semalam. "Sakit?" tanya Julian rendah. Suaranya serak khas bangun tidur, terdengar jauh lebih lembut dari biasanya. Milea menggeleng pelan, ia justru menyembunyikan wajahnya di d**a bidang Julian yang polos. "Enggak. Cuma... kaget aja. Kapten ternyata bisa seganas itu. Aku pikir dulu ..." Ia tak berani melanjutk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN