Lika duduk di hadapan Killian masih dengan wajah cemberut. Sejujurnya dia memilih memasang tampang tidak ramah dengan dalih masih jengkel, karena tidak tahu apa yang harus dia katakan di depan Dosen tampanya yang ternyata Killian Windsor itu. Rasanya jadi sangat canggung setelah identitas asli laki-laki itu terungkap. "Masih marah?" "Menurut kamu?" balas Lika ketus. Killian tersenyum geli sambil menyugar rambutnya yang sudah terlihat panjang. "Sumpah aku tidak berniat membohongi kamu Lika. Jika tidak mengkhawatirkan kesehatan kamu, sudah jelas aku akan langsung mengaku sebagai kekasih kamu agar bisa langsung bermesraan. Tapi banyak ketakutan di dalam diriku ketika hendak mengakuinya. Keluarga kamu juga memintaku untuk mendekati kamu pelan-pelan karena mereka takuit keberadaanku memaksa

