ISJD JILID II (33)

1910 Kata

Mari mengenang. Saat di mana Kai dapatkan bahagianya yang sempurna (menurut dia). Memandang alat tes kehamilan yang bergaris dua, milik istrinya. Senyum di bibir Kai tak pernah pudar. Bergantian dia pandangi tespack dan wajah Alia. Uh, Kai senang maksimal hingga dia merasa kaku bibirnya dipakai senyum tiada jeda. "Lia." "Apa?" Pipi putih Alia bersemi merah jambu. Ya ampun! Pantas saja tiap Kai raba-raba buah dadanya terasa berbeda, Alia semakin sensitif, bagian itu pun mengembang sedikit. Rupanya sedang hamil toh. "Nggak sabar nunggu delapan bulan ke depan." Alia tanggapi dengan senyuman. Ini momen saat di vila, hari di mana paginya Kai diberi kejutan selevel bahagia, lalu bergegas membawa Alia ke dokter kandungan, tanpa Kia dan Kayla yang girang saat mendengar kabar mau punya dedek

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN