"Tebetem!" Jangan tanyakan apa arti dari ucapan barusan, sebab hanya Tuhan dan Sakha saja yang paham. Jika saat itu Alifia sudah bisa melangkah sedikit demi sedikit, tanpa terasa waktu berputar secepat itu, dan Sakha masih betah belajar berdiri. Bedanya, Sakha lumayan bisa bicara meski hanya satu atau dua patah kata saja dan tentunya hanya dipahami oleh dia. Mulai dari kata: Gamau, Mao, Itu, Tu, Nenen, Papa, Mami, Jajan, dan sebagainya. Ah, iya ... Sakha kecil mengganti panggilan 'mama' jadi 'mami' kepada ibunya. Well, Sakha lumayan cerewet. Habis gitu, semakin banyak waktu berlalu, maka semakin banyak pula tumbuh kembang anak telah dilalu. Terakhir kali Sakha dan Alifia baru bisa menyusu, duduk sendiri, dan merangkak. Sekarang mereka sudah disapih, istilah lain dari 'berhenti mengk

