Dan di sinilah Banyu berada. Di ruang tamu rumah Pak Prasodjo, duduk menghadap Bapak dan Ibu Prasodjo, selain Rara tentunya. Banyu tampak sangat gugup, padahal ini kali yang kedua dia berada di situasi seperti ini. Melamar Rara. Hanya saja kali ini atmosfernya entah kenapa terasa berbeda. Tampak kecanggungan yang luar biasa dsri Banyu, karena Pak Prasodjo yang tampaknya belum ikhlas dia melamar Rara, terlihat masih ada rasa tidak suka darinya. "Kamu serius hendak melamar Rara?" Suara penuh ketegasan dari Pak Prasodjo terdengar. "Saya sungguh serius, yah!" Banyu pun berusaha mengimbangi ketegasan dari lawan bicaranya. Tegas namun tetap sopan. "Apa yang menjadi jaminan kamu tak akan meninggalkan Rara lagi? Tak akan menyakiti Rara lagi?" Banyu menarik nafas panjang, berusaha menetralisir

