Saka pamit setelah mengantarkan Dita. Selama beberapa saat Dita masih menatap mobil Saka yang mulai menjauh. Diliriknya jam yang menunjukkan pukul lima pagi. Tadi malam Dita menginap di apartemen Saka karena benar-benar kelelahan setelah membahas tentang bukti yang baru saja mereka ketahui. Setidaknya dia tahu kalau Indra memang tak bersalah. Dita pulang ke rumah hanya untuk mandi kemudian ganti pakaian kerja. Ya, dia akan berangkan kerja seperti biasa. Saat ini, Dita mengunci pintu dari luar karena akan segera berangkat. Baru saja meletakkan kunci ke dalam tas, terdengar suara seorang wanita memanggilnya. Refleks wanita itu langsung menoleh. “Iya, Bu?” tanya Dita ramah pada pemilik rumah kontrakan yang di tempatinya. “Tadi malam nggak pulang, ya? Soalnya ada yang mencari.” Ya Tuhan,