HW - 75

2570 Kata

Jalen tengah memperbaiki posisi tidurnya saat Sela datang menghampiri. Lampu utama ruangan sudah dimatikan. Yang tersisa hanya lampu tidur saja. Javier, Risa dan Anerva sudah pulang. Di tempat Jerva yang tersisa juga hanya Shaneen, Sang Ibunda dan Algara saja. Shaneen benar-benar tak mau saat disuruh pulang. Dia hampir mengamuk. Elina dan Aneska berhasil dipaksa pulang ke rumah karena kondisi kesehatan keduanya yang sedikit menurun akhir-akhir ini.  "Ada apa?" tanya Jalen membuyarkan lamunan Sela.  "Huh? Ohh.." Sela menggeleng pelan, tapi kemudian ia hembuskan napas pelan. "Aku nggak tau."  Jalen menatap tenang sang istri kemudian meminta Sela mendekat. Jalen menepuk kasur di sebelahnya. "Sini, naik aja."  Ragu-ragu Sela naik ke tempat tidur, kemudian berbaring di samping Jalen. Tangan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN