Chapter 20 “Kenapa lo, Lun? Gitu banget merenungnya.” Tiana menghampiri Luna yang terduduk beku di kasurnya. “Ti..” Luna menatap Tiana dengan helaan napas. “Si Ryuu nih emang kelewat baik apa gimana sih? Nggak ngerti gue.” “Kenapa emang?” “Dia beliin gue MacBook Pro. Gue cek harganya di web bikin nangis. Gimana coba gue bayarnya? Hape yang kemarin aja belum gue cicil sama sekali. Ini gimana gue mau nyicilnya coba?” “Ryuu emang baik sih, Lun, orangnya. Cuma—” “Cuma?” “Setahu gue nih ya, dia baiknya tuh pilih-pilih. Dia nggak baik ke semua orang.” Kening Luna mengerut. Anak perempuan itu sepertinya kebingungan. “Maksudnya gimana?” Tiana menatap Luna yang terlihat tidak mengerti. Apakah Luna memang tidak tahu atau pura-pura tidak tahu? “Ya dia nggak baik ke semua orang, kay

