Chapter 18 “Lo udah chat Kak El?” “Udah. Nih mereka udah otw ke sini. Kak Renz sama Eiro juga. Katanya habis main basket.” Tiana sibuk berkutat dengan ponselnya. Gadis itu hanya mendengarkan perdebatan antara Luna dan Ryuu yang masih belum selesai. Ada saja bahan untuk diributkan. “El nya udah dikabarin belum?” tanya Ibuk muncul dari belakang. “Udah, ini katanya udah jalan. Ada Kak Renz sama Eiro juga, Buk. Mereka habis main basket.” “Nah bagus itu rame. Ibuk masak emang banyak ini. Ibuk tau pasti mereka lapar habis main basket.” Tiana mencibir pada sang Ibu. “Iya deh si paling naluri.” Wanita paruh baya itu tersenyum manis. Diam-diam Luna memperhatikan interaksi antara Tiana dan Ibunya. Mereka begitu hangat dan manis. Tiba-tiba Tiana terkikik geli membuat Ryuu menoleh padanya

