"Arkan!" Mendengar teguran Papanya, Arkan hanya berhenti tanpa menoleh sedikitpun. Dia tidak suma jika Papanya terlalu dekat dengan pria itu sekalipun dia anak kandungnya sendiri. "Jaga sopan santun kamu, Johnny adalah Kakak mu." Arkan menoleh dan menatap sinis ayah dan anak yang sedang duduk bersama. "Seorang kakak tidak akan tega membunuh calon keponakannya. Dan maaf dia bukan kakak ku." Johnny berdiri dan berjalan mendekati Arkan yang masih memanas. "Maafkan kakak mu yang tidak sempurna ini." Terlihat jelas drama yang Johnny buat. Jika dia tidak menjaga nama baiknya di perusahaan mungkin kerbutan besar sudah terjadi. Johnny benar-benar berhasil membangunkan emosinya yang sudah lama tidur. "Jangan dekat-dekat kamu pikir saya sudi punya saudafa seperti anda?" Arkan terus mundu