Sun dan Gim menghabiskan waktunya di sukabumi bersama Danial sebelum kembali ke bandung dan melakukan aktifitasnya tanpa kehadiran Danial seperti biasanya. Danial mengaja kedua sahabatnya berjalan-jalan di beberapa tempat wisata di daerah tempat tinggal neneknya tersebut. Gim dan Danial berjalan di belakang hafsun sembari memperhatikan cewek itu berjalan riang dan gembira karena Hafsun memang sangat suka tempat-tempat baru apa lagi jika tempatnya banyak kuliner. Namun tiap kali melihat hafsun meringis karena tangannya yang terasa nyaeri entah kenapa Danial juga seperti dapat merasakan sakitnya. Pasti Hafsun sangat kesusahan dengan tangannya yang seperti ini dan butuh waktu lama agar tangan Hafsun kembali sehat dan bisa bergerak seperti biasanya. “Hei jangan mikir macem-macem” Gim menyen

