“Kau di sini?” tanya Viora memperjelas pertanyaannya begitu dirinya dan Troy bertatap muka setelah melanjutkan langkah sekitar 2 atau 3 langkah dari tempat sebelumnya. Troy menelan salivanya kasar. Berhadapan dengan Viora seperti ini, sering kali membuatnya mati kutu dan tak bisa berkata apa-apa. Apalagi saat ada Ressam yang harus dia sembunyikan. Suasana mendadak menegangkan. Troy menatap Ressam yang berada di depan sana dengan raut wajah pias. Andai dirinya tidak terlalu berlebihan saat memanggil Ressam tadi dan lebih dulu memastikan jika suasana sekitar aman, tentu saja situasinya tidak seperti sekarang, di mana dirinya lah yang kebingungan sendiri harus merespons pertemuannya dengan Viora bagaimana. “Iya, aku di sini. Kebetulan sekali kita bisa bertemu,” jawab Troy se-santai mungki