Bab 58 - Perbuatan Nakal

1725 Kata

Sara tidak punya pilihan selain memisahkan diri agar bisa menjawab telepon dengan lebih nyaman. Meskipun ia sejujurnya masih penasaran dengan apa yang Ravi bicarakan pada semua staf, tapi mau tidak mau Sara memang harus menjawab telepon dari Desy dulu. Ya, Desy-lah yang menghubunginya. Jika saja bukan Desy yang menelepon atau setidaknya nomor tak dikenal, tentu Sara lebih memilih tetap duduk di sana sambil mendengarkan ucapan Ravi yang benar-benar tidak terduga itu. Sungguh, Sara tidak pernah mengira kalau Ravi akan langsung terus terang tentang statusnya. Namun, setelah dipikir-pikir, cara Ravi yang seperti itu secara otomatis menghalau siapa pun yang berusaha mendekatinya. “Kamu sungguh mengabulkan voucher pertamanya, Mas,” batin Sara. Sara kemudian tersadar bahwa seharusnya ia seger

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN