62

2027 Kata

POV Yana + Dinda Aku terus memikirkan perkataan Dinda tadi yang menyuruhku agar mendatangi Pak Rama ke ruangannya lalu meminta maaf padanya. Duh, kena-pa, juga, aku pakai acara tinju dia? Benar-benar. Tiap datang bulan, emosiku memang selalu gak terkontrol, selalu gak terkendali. Mungkin memang sebaiknya aku mengikuti saran Dinda. Lebih baik minta maaf daripada aku tidak mengikuti tiga mata kuliah sekaligus. Yang benar saja. Masa harus mengulang tiga mata kuliah pada semester pendek? Aku pasti akan merasa gak enak hati sama papanya Dinda yang udah biayain aku kuliah. Aku menyentuh layar HP lalu menekan nomer ayah. Aku berjalan keluar dari kantin sambil menelepon. "Halo, Yah?" ucapku saat panggilan teleponku diangkat oleh Ayah. "Ini ayah hampir tiba di kampusmu." "Yah," kataku. "Aku n

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN