POV Angga Begitu mobil parkir di halaman rumah Dinda, aku segera turun. Begitu pun Dinda, dia turun dari mobilnya lantas berjalan cepat menghampiriku dengan senyum terkembang lebar. Tangannya terulur ke arahku lalu dengan tak sabar ia menarikku menuju teras rumahnya. Aku mengikutinya dengan perasaan was-was dan tegang. Maka saat kami tiba di depan pintu, aku memutuskan berhenti. "Kenapa, Mas?" tanya istriku dengan sorot heran. Aku ingat jelas pertemuanku terakhir kali dengan Mama. Mama terlihat jengkel sekali padaku, tatapannya padaku penuh kebencian. Aku mengusap keringat dingin di dahi. Mau ketemu Mama rasanya seperti mau sidang skripsi saja. Dan perasaan, sidang skripsi rasanya tidak setegang ini. Aku cukup berprestasi selalu juara satu saat sekolah dulu, waktu kuliah juga IP-ku juga