BD 04. Will You...

1857 Kata

"Ratri! Ratri!" Panggilan itu memaksa Ratri membuka matanya. Rasanya seperti panggilan dari Mamanya jika dia bangun kesiangan di hari libur. Tapi kali ini suaranya berbeda. Suaranya besar dan sudah pasti itu bukan suara mamanya. "Ratri!" Gadis itu membuka mata. Butuh beberapa detik untuk Ratri benar-benar dapatkan kesadarannya. Begitu kesadarannya terkumpul, barulah Ratri memelototkan matanya. "Astaghfirullah!" Pekik Ratri kaget sembari bangkit secara tiba-tiba. Hampir saja Ratri tersandung dan jatuh tersungkur. Untung Algara masih sempat menangkap pinggang sekretarisnya itu. "Ma-maaf, Pak. Maaf, saya nggak sengaja." Ratri menarik diri. "Jam berapa saya ke sini?" tanya Algara mengabaikan permintaan maaf Ratri. Ia memegangi kepalanya yang sepertinya masih terasa pusing. "Sekit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN