Chapter 23 Ratri menyipitkan matanya menatap layar kemudian kembali menggerakkan jari-jari lentiknya di keyboard. Ratri menghela napas saat mendengar suara getar ponselnya. Entah sudah berapa kali benda pipih itu bergetar sejak tadi. Ratri sampai harus mengganti mode senyap. Dengan enggan Ratri memungut ponselnya kemudian melihat layar. “Nomor siapa nih?” tanyanya bingung. Pekerjaan Ratri sangat banyak tapi nomor ini terus saja menelfon. Ratri menolak panggilan kemudian kembali sibuk dengan layar dan keyboard. Tapi ponselnya kembali bergetar membuat Ratri kesal. “Halo!” jawab Ratri ketus. “Oh hai Ratri, ini Gissel pacarnya Fadil.” Ratri mengerutkan kening sesaat kemudian melotot. “Gissel? Dapat nomor aku dari mana?” “Oh aku minta sama Fadil, he he. Kamu sibuk nggak? Aku mau a

