54. Yang Terbaik

1108 Kata

Pagi-pagi sekali tak lama setelah adzan subuh berkumandang, di kediaman orang tua Shalsabila selalu dibiasakan shalat subuh berjamaah. Awalnya semuanya baik-baik saja, tapi setelah Shalsabila meminta waktu untuk mengobrol, dan Shalsabila mengeluarkan karton dari balik rak al-quran di sebelahnya. Petir di antara badai seolah menerjang mereka dalam waktu bersamaan. Sesak, bingung, tak berdaya, semua itu mereka rasakan secara beraamaan. “Dari awal aku sudah bilang dan aku MENOLAK!” tegas Swan langsung emosional. Ia yang duduk di sebelah Albizar segera maju mengambil tiga buah undangan pernikahan. Tiga buah undangan yang dimaksud dan sebelumnya membuat Daiana kelabakan. “Aku tidak akan mempermasalahkannya,” ucap Shalsabila dingin tak lama setelah Swan menyobek setiap undangan pernikahan p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN