Seratus Dua Puluh Sembilan

203 Kata

*Author Pov* Ina melihat pertandingan pertama yang sudah terlihat intens seperti ini membuatnya ikut merasa gugup. Mungkin hal ini juga yang di rasakan adiknya Juna kemarin sebelum hari pertandingan. "Kamu kenapa?" tanya Satria yang melihat Ina terdiam saat melihat salah satu pemain yang cidera di bawa oleh tim kesehatan. "Gak apa-apa. Jadi ikut gugup aja." Satria terkekeh geli lalu kembali melihat jalannya pertandingan. Hanya tinggal dua puluh menit waktu penentuan mereka. Apalagi sejak pemain di ganti, tempo pertandingan yang sebelumnya membuat tim Jahe Merah unggul, kini mulai menyamakan poin. Tim Jahe Merah semakin tersudut di setiap menit nya. "Aku gak nyangka kalau permainan sepak takraw ini bisa se intens ini. Selama ini aku lihat pertandingan pencak silat Juna dulu, tidak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN