*Author Pov*
Sena memperhatikan dengan serius permainan Harimau Putih. Hari ini adalah hari dimana ia akan membantu Rio untuk menjadi lawan untuk latihan mereka.
Awalnya Alvan meminta Rio untuk tidak lagi meminta bantuan Sena membantu mereka berlatih, karena bagaimana pun juga Sena adalah tim musuh saat pertandingan resmi.
Namun Rio menyakinkan Alvan jika Sena benar-benar bisa membantu mereka. Setelah berunding keputusan yang alot akhirnya Alvan menyetujui nya.
Karena itulah setiap dua minggu sekali Sena akan datang membantu Alvan melatih Harimau Putih yang akan melakukan pertandingan beberapa waktu lagi.
"Apa aja yang udah kalian siapin untuk pertandingan babak penyisihan kedua nanti?" tanya Sania saat mereka sedang beristirahat.
"Gw sih lagi nyoba-nyoba untuk ngurangin rasa gugup." jawab Genta asal.
Sena tertawa, "Aku juga seperti mu saat awal-awal bermain sepak takraw. Tapi lama kelamaan semuanya akan terasa lebih ringan. " jawabnya.
Mereka beristirahat selama beberapa menit sebelum Alvan kembali meniup kan pluit nya.
Sejak babak penyisihan pertama hingga saat ini, sudah banyak kemajuan yang di perlihatkan Harimau Putih. Terutama Genta.
Melihat perkembangan dari para Junior nya, membuat Rio sangat bangga. Akhirnya hanya tinggal menunggu waktu sampai mereka bisa masuk ke babak nasional.
Latihan kembali di lakukan hingga dua jam ke depan.
"Aduuhh, rasanya gw mau di pijet deh. Badan gw sakit semua."