*Author Pov* "Semuanya udah di siapin?" tanya Mamah sambil memberikan handuk kecil juga seragam timnya yang sudah di cuci pada Juna. "Udah sih harusnya." Mamah Juna tersenyum keibuan dan mengelus punggung putranya. "Mamah bangga sama kamu. Walaupun awalnya kamu tidak yakin dengan klub baru mu ini, tapi lihat sekarang? kau bahkan bisa ikut pertandingan antara sekolah, dan kalau kalian menang, kalian bisa merasakan pertandingan nasional. Mamah bangga sama kerja keras kamu yang Mamah tahu kalau itu pasti gak mudah. apalagi kamu benar-benar awam sama permainan ini." Juna menggaruk pipinya dengan malu, "Makasih Mah. Juna gak mau ngecewain orang-orang yang udah percaya sama Juna, Juna juga gak mau mengecewakan teman-teman satu tim Juna. Jadi yang Juna bisa hanya berusaha dan berlatih lebi

