Seratus Dua Puluh Tujuh

239 Kata

*Author Pov* "Maaf ya Satria, saya ajak kamu nonton pertandingan Juna lagi. Padahal padepokan lagi sibuk dan pasti kamu punya acara sendiri, tapi malah jadi temenin saya lagi." kata Mba Ina sambil tersenyum canggung merasa tidak enak. "Santai aja kali. Saya juga udah anggap Juna kayak adik saya sendiri. Jadi saya malah seneng bisa nemenin kamu gini." "Sekali lagi makasih ya, kamu gak pernah nolak setiap saya minta tolong sama kamu." Satria menggaruk tenguknya yang malu menerima ucapan terimakasih seperti itu dari wanita yang selama ini sudah menarik perhatian nya. Karena selama ini dia yang melakukan gombalan, menerima ucapan tulus seperti itu malah membuat Satria jadi salah tingkah. "Kenapa kamu jadi malu-malu gitu?" tanya Ina sambil terkekeh melihat wajah Satria yang memerah. "

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN